Berguru Di Tanah JAVA

November 23, 2008

Puasa bagi Penderita Kencing Manis

Filed under: Kesehatan

Bulan Ramadhan adalah bulan wajib berpuasa bagi umat Islam yang dewasa dan sehat selama satu bulan penuh. Yang dimaksud dengan berpuasa antara lain tidak makan minum selama 12 jam penuh. Bagaimana cara penderita Kencing manis yang beragama Islam menyikapi kondisi berpuasa?

Bulan Ramadhan adalah bulan wajib berpuasa bagi umat Islam yang dewasa dan sehat selama satu bulan penuh. Yang dimaksud dengan berpuasa antara lain tidak makan minum selama 12 jam penuh. Bagaimana cara penderita Kencing manis yang beragama Islam menyikapi kondisi berpuasa?
Dua sumber energi utama yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk dapat hidup adalah gula (glukosa) dan asam lemak bebas. Nilai normal gula darah kita berkisar sekitar 60 mg/dl hingga 120 mg/dl, dan sehabis makan maksimal 140 mg/dl. Untuk mengontrol agar gula darah tetap ada dalam batas-batas normal, tubuh mengeluarkan hormon Insulin, glukagon dan beberapa hormon lainnya. Bila kadar gula darah terlalu tinggi, hormon Insulin akan merubah gula darah berlebih menjadi glikogen atau lemak, sebaliknya bila kadar gula terlalu rendah, tubuh akan mengeluarkan glukagon untuk merubah gula yang disimpan di hati serta asam lemak bebas menjadi gula darah.
Beberapa petunjuk yang dapat dipakai untuk penderita kencing manis yang akan berpuasa adalah :
• Jumlah asupan kalori sama dengan asupan pada hari bukan puasa dengan catatan 40% dikonsumsi waktu sahur, 50% waktu berbuka dan 10 % sesudah sholat tarawih. Komposisi zat Gizi yang dibutuhkan adalah 60% karbo Hidrat; 10 % protein; 20% lemak; serat sekitar 25 g/hari, pemanis secukupnya, dan cholesterol kurang dari 300 mg/hari
• Sebaiknya makan sahur dilaksanakan tak terlalu jauh dengan waktu Imsak
• Diet makanan tergantung pada tinggi badan dan berat padan penderita diabetes. Sebelum menghitung berapa kalori yang dibutuhkan, kita harus menghitung berat badan ideal, berat badan idaman = tinggi berat badan dalam cm – 100 x 1 kg. Bagi pria berat kalori yang dibutuhkan adalah badan yang didapat dikali 30 kalori. Sedangkan bagi wanita kalori yang dibutuhkan adalah hasil berat badan dikali 25 kalori.
• Diet makanan tergantung pada berat ringan pekerjaan penderita. Bagi penderita yang bekerja ringan seperti supir, guru, sekertaris, jumlah kalori yang didapat ditambah 10 dari kalori dasar. Bagi pekerja yang beban kerjanya sedang seperti kerja rumah tangga, berkebun, main bowling, ditambahkan 20% dari kalori dasar. Pekerja keras seperti pelatih aerobic, olahragawan memanjat, olahragawan pelari perlu menambah 30% dari kalori dasar. Dalam kondisi penderita kencing manis tertentu seperti anak remaja yang sedang tumbuh kembang, penderita kencing manis yang sedang sakit, ibu menyusui atau Ibu hamil, perlu mendapat tambahan kalori sekitar 20% dari kalori dasar.
• Diet makanan juga tergantung pada bentuk tubuh, apakah gemuk, atletis atau kurus. Bagi penderita kencing manis yang tubuhnya terlalu kurus sebaiknya mendapat tambahan 20 % dari kalori dasar, sedangkan bila terlalu gemuk perlu dikurangi kalori sebesar 20 % dari kalori dasar. Pada penderita yang tubuhnya atletis tak perlu mendapat tambahan diatas kalori dasar.
• Cara kasar untuk menghitung kalori adalah bila penderita kencing manis terlalu kurus membutuhkan kalori sebesar 2300 kalori- 2500 kalori; penserita dengan berat badan sesuai antara tinggi badan dan berat badan membutuhkan 1700 kalori hingga 2100 kalori, sedangkan bagi penderita yang terlalu berat badannya membutuhkan 1300 kalori hingga 1500 kalori.
Contoh penghitungan sederhana sebagai berikut:
Tuan M berusia 50 tahun, berat badan 60 Kg, dan tinggi badan 160 cm. Bapak S bekerja sebagai guru di sekolah dasar negeri dan terdeteksi mempunyai kencing manis sejak 15 thn yang lalu. Setiap hari bapak M melakukan olahraga lari dan jalan agak cepat selama 1/2 jam untuk menjaga kondisi. Gula darah sewaktu sebelum puasa tercatat 120 mg/dl. Kebutuhan kalori dasar bapak S adalah 160 (tinggi badan) – 100 (berat badan) = 60 x 30 kal (untuk laki2) = 1800 kal. Sebagai guru, ia membutuhkan tambahan 10 %, dari kalori basal, dan 20 % karena jalan agak cepat yang dilakukan. Total kalori yang dibutuhkan 1800 kal + (10% x 1800 kal) + (20% x 1800 kal) = 2340 kalori per hari. Kalori tersebut harus dibagi dalam 40% dikonsumsi waktu sahur, 50% waktu berbuka dan 10 % sesudah sholat tarawih, dan terdiri dari 60% karbo Hidrat; 10 % protein; 20% lemak; serat sekitar 25 g/hari, pemanis secukupnya, dan cholesterol kurang dari 300 mg/hari. Karbo hidrat 60% berarti 2340 kal x 60% =1405 kalori, protein 2340 x 10% = 234 kal; lemak 20% x 2340= 468 kalori.
Nasi sebagai sumber karbo hidrat dapat dikonsumsi sebanyak satu piring waktu saur dan satu piring waktu buka. Sebagai lauk pauk nasi, sekali makan dapat memakai daging sepotong sedang atau ikan segar ukuran sedang sebagai sumber protein, sayur sayuran bebas dimakan, buah-buahan 1 atau 2 buah, susu skim, dan pada waktu buka puasa dapat minum kacang hijau atau kolak sepiring kecil. Dapat pula ditambahkan snak ringan selesai tarawih.
Mengingat begitu banyak variasi makanan yang dapat disajikan, anda dapat mencari informasi untuk mengetahui jumlah kalori pada makanan/minuman yang akan disajikan, serta variasi bentuk makanan dapat dicari pada buku buku mengenai gizi bagi penderita kencing manis di toko buku di kota anda.

Bila anda punya saran atau masalah yang dapat dibahas bersama dalam majalah ini, hubungi kami melalui redaksi “GEMARI” atau melalui e-mail : harunriyanto @ hotmail.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham